Tak
sedikit iklan diTV menawarkan brbagai macam poduk kecantikan mulai dari produk
yang mebuat rambut hitam sehitam malam, penghilang jerawat sampai penghalus
telapk kaki, lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi, apkah semua itu
berpengaruh saat usia menjelang senja? Apakah semua itu masih terisa saat jasad malah berkalang tanah?
Jawabannya satu, tidak, bagaimanapun cantiknya wanita di waktu mudanya, takkan
pernah bisa megelk jika kecantikannya akan memudar seiring bertambahnya usia,
sayangnya, di kalangan wanita sendiri tak banyak yang menyadarinya. Kronisnya
kebanyakan muslimah merupakan salah satu dari mereka yang mengagungkan dan
memuja kecantikan fisik,
Cantik
itu boleh bahkna dicintai oleh ALLAH. “ALLAHUL JAMIL YUHIBBUL JAMAL”, tapi
kemankah niat untuk menjadi cantik tu bermuara? Itulah yang menyebabkan ketidak
bolehannya. Canik tanpa berhias itu mustahil, nah.....,jika tujuan berhias agar
di puji, agar menarik agar dilihat laki laki. Itu yang menjadikan cantik
sebagai sarang dosa. Apalagi sampai membuka aurotnya, naudzubillah.
Kecantikan
yang sesungguhnya adalah kecantikan yang memancar dari dalam tubuh (inner
beauty). Kecantikn dari dalam inilah yang sering memunculkan kekaguman dan
dapat meningkatkan derajat wanita bahkan tanpa adanya pernak-pernik.
Kecantikan, dari dalam ini seorang wanita akan tampak begitu istimewa. Inner
beauty muncul dari kejernihan jiwa, ketulasan hati, akhlaq mulia, sikap
tawudhu’, kesaopanan tutur kata, keikhlasan kalbu yang membaur menjadi satu.
Perhasian kita bukanlah emas, permata, perak, tapi semua yang ada dalam diri
(inner beauty) semakin kita pupuk, maka semua itu akan semakin terpancar inner
baeuty kita. Yang artinya kita akan terlihat semakin menawan. Inilah hakikat
dari kecantikan di dunia, takkan ada yang abadi, kecantiakan fisik termasuk
bagian dari dunia yang akan rusak. Lalu kenapa kaum hawa masih memprioritaskan
hal itu dari pada kecantikan batin? Padahal ketika dikubur malaikat munkar
nakir takkan menanyakan seberapa cantik dirimu pada saat kamu masih hidup?,
apalagi berapa banyak orang yang memuji kecantikanmu? Tidak sama sekali, itu
semua adalah salah satu bukti bahwa kecantikan fisik sama sekali tak berguna
dikehidupan abadi kelak, bahkan sebuah kesederhanaan dan kesahajaanlah yang
seharusnya menghiasi diri seseorang muslimah sebagaimana yang telah dicontohkan
oleh ibunda-ibunda kita, ibunda siti khadijah Al-kubro, ibunda siti aisyah
Ar-ridho, ibunda siti fatimah Az-zahro, adakah sejarah yang mencatat bahwa
kesederhanan dan kesahajaan beliau menutupi kecantikan fisik beliau sehingga
membuat orang di sekitar beliau tidak sukamelihat beliau? Tidak, malahan semua
orang terpesona dengan kesederhanaan dan kesahajaan beliau yang terbungkus dalam akhlaqul
karimah, tentunya dibalik lindungan hijab jika kita sebagai muslimah tidak mau
mengikuti atau mencontoh beliau lalu siapa yang akan kita contoh ?.
keluar
dari itu semua kecantikan sebenarnya
dapat kepada maqom yang lebih dekat dengan-NYA, kecantikan juga bisa
menjadi penyebab seseorang masuk surga, jika kecantikan itu di tempatkan pada
bagian yang seharusnya ia berada, seperti saat seseorang melihat kecantikan
fisik yang dimilikinya dari pantulan sebuah cermin, dia bersyukur atas nikmat
tersebut dan menyadari betapa keagungan tuhan yang menciptakannya begtu dahsyat
sehingga membuat keimanannya semakin kuat dan mendoronyanya untuk memelihara
kecantikan fisiknya dengan menyembunyikannya di baik hijab. Contoh yang lain,
jika seorang istri berhias agar terlihat cantik di dpan suaminya, agar suaminya
senag melihatnya, sehingga suami merasa ridho dengan diri istrinya.
Dalam
kenyataanya, remaja zaman sekarang selalu berusaha agar dia menjadi pusat
perhatian, mampu enghipnotis semua orang untuk menatapnya untuk itu mereka tak
segan-segan melakukan segala cara, mereka denga antainya memamerkn kemolekan
fisik mereka hanya agar dikatan cantik dan menarik. Para REMUS (remaja
muslimah) pun tal luput dari hal itu. Memang mereka menutup aurot dari ujung
rambut sampai ujung kaki, tapi baju yang mereka gunakan sangat seksi sehingga
menunjukkan tubuhnya yang terkesan vulgar, jika di tegur mereka hnya berdalih
“yang penting kita udah menutup aurot kan”. Menutup aurot dengan gaya Atas
Mekkah Bawah Amerika.
Akhwaty...
kita itu istimewa maka istimewakan dri kita, kita itu berharga maka hargailah
diri kita, kita itu mutiara maka jangan pernah merusak kilau cantik kita dengan
menaruh dan mengumbarnya di sembarang tempat. Oleh karena itu, hiasi iman kita
dengan kecantikan dalam keridhoan dan kehormatan dalam hijab yang menutup aurot./it have written 2 years
ago by farach edelwis, another name of farah nadya/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar