Minggu, 04 Mei 2014

Hiasi iman dengan kecantikan

Tak sedikit iklan diTV menawarkan brbagai macam poduk kecantikan mulai dari produk yang mebuat rambut hitam sehitam malam, penghilang jerawat sampai penghalus telapk kaki, lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi, apkah semua itu berpengaruh saat usia menjelang senja? Apakah semua itu masih  terisa saat jasad malah berkalang tanah? Jawabannya satu, tidak, bagaimanapun cantiknya wanita di waktu mudanya, takkan pernah bisa megelk jika kecantikannya akan memudar seiring bertambahnya usia, sayangnya, di kalangan wanita sendiri tak banyak yang menyadarinya. Kronisnya kebanyakan muslimah merupakan salah satu dari mereka yang mengagungkan dan memuja kecantikan fisik,
Cantik itu boleh bahkna dicintai oleh ALLAH. “ALLAHUL JAMIL YUHIBBUL JAMAL”, tapi kemankah niat untuk menjadi cantik tu bermuara? Itulah yang menyebabkan ketidak bolehannya. Canik tanpa berhias itu mustahil, nah.....,jika tujuan berhias agar di puji, agar menarik agar dilihat laki laki. Itu yang menjadikan cantik sebagai sarang dosa. Apalagi sampai membuka aurotnya, naudzubillah.
Kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan yang memancar dari dalam tubuh (inner beauty). Kecantikn dari dalam inilah yang sering memunculkan kekaguman dan dapat meningkatkan derajat wanita bahkan tanpa adanya pernak-pernik. Kecantikan, dari dalam ini seorang wanita akan tampak begitu istimewa. Inner beauty muncul dari kejernihan jiwa, ketulasan hati, akhlaq mulia, sikap tawudhu’, kesaopanan tutur kata, keikhlasan kalbu yang membaur menjadi satu. Perhasian kita bukanlah emas, permata, perak, tapi semua yang ada dalam diri (inner beauty) semakin kita pupuk, maka semua itu akan semakin terpancar inner baeuty kita. Yang artinya kita akan terlihat semakin menawan. Inilah hakikat dari kecantikan di dunia, takkan ada yang abadi, kecantiakan fisik termasuk bagian dari dunia yang akan rusak. Lalu kenapa kaum hawa masih memprioritaskan hal itu dari pada kecantikan batin? Padahal ketika dikubur malaikat munkar nakir takkan menanyakan seberapa cantik dirimu pada saat kamu masih hidup?, apalagi berapa banyak orang yang memuji kecantikanmu? Tidak sama sekali, itu semua adalah salah satu bukti bahwa kecantikan fisik sama sekali tak berguna dikehidupan abadi kelak, bahkan sebuah kesederhanaan dan kesahajaanlah yang seharusnya menghiasi diri seseorang muslimah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh ibunda-ibunda kita, ibunda siti khadijah Al-kubro, ibunda siti aisyah Ar-ridho, ibunda siti fatimah Az-zahro, adakah sejarah yang mencatat bahwa kesederhanan dan kesahajaan beliau menutupi kecantikan fisik beliau sehingga membuat orang di sekitar beliau tidak sukamelihat beliau? Tidak, malahan semua orang terpesona dengan kesederhanaan dan kesahajaan  beliau yang terbungkus dalam akhlaqul karimah, tentunya dibalik lindungan hijab jika kita sebagai muslimah tidak mau mengikuti atau mencontoh beliau lalu siapa yang akan kita contoh ?.
keluar dari itu semua kecantikan sebenarnya  dapat kepada maqom yang lebih dekat dengan-NYA, kecantikan juga bisa menjadi penyebab seseorang masuk surga, jika kecantikan itu di tempatkan pada bagian yang seharusnya ia berada, seperti saat seseorang melihat kecantikan fisik yang dimilikinya dari pantulan sebuah cermin, dia bersyukur atas nikmat tersebut dan menyadari betapa keagungan tuhan yang menciptakannya begtu dahsyat sehingga membuat keimanannya semakin kuat dan mendoronyanya untuk memelihara kecantikan fisiknya dengan menyembunyikannya di baik hijab. Contoh yang lain, jika seorang istri berhias agar terlihat cantik di dpan suaminya, agar suaminya senag melihatnya, sehingga suami merasa ridho dengan diri istrinya.
Dalam kenyataanya, remaja zaman sekarang selalu berusaha agar dia menjadi pusat perhatian, mampu enghipnotis semua orang untuk menatapnya untuk itu mereka tak segan-segan melakukan segala cara, mereka denga antainya memamerkn kemolekan fisik mereka hanya agar dikatan cantik dan menarik. Para REMUS (remaja muslimah) pun tal luput dari hal itu. Memang mereka menutup aurot dari ujung rambut sampai ujung kaki, tapi baju yang mereka gunakan sangat seksi sehingga menunjukkan tubuhnya yang terkesan vulgar, jika di tegur mereka hnya berdalih “yang penting kita udah menutup aurot kan”. Menutup aurot dengan gaya Atas Mekkah Bawah Amerika.

Akhwaty... kita itu istimewa maka istimewakan dri kita, kita itu berharga maka hargailah diri kita, kita itu mutiara maka jangan pernah merusak kilau cantik kita dengan menaruh dan mengumbarnya di sembarang tempat. Oleh karena itu, hiasi iman kita dengan kecantikan dalam keridhoan dan kehormatan dalam hijab yang menutup aurot./it have written 2 years ago by farach edelwis, another name of farah nadya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEREMPUAN SUNYI

Nama yang diberikan orang tuanya adalah nama seorang ratu di jaman Nabiyullah Yusuf AS, Zulaikha, seorang ratu tentunya berkehidupan mewah ...