Jumat, 19 Mei 2017

PEREMPUAN SUNYI

Nama yang diberikan orang tuanya adalah nama seorang ratu di jaman Nabiyullah Yusuf AS, Zulaikha, seorang ratu tentunya berkehidupan mewah dan terhormat, tapi tidak baginya, kesederhanaan dan kesehajaanlah yang akrab dengan kehidupannya. dia bukan terlahir disebuah istana seperti ratu zulaikha, dia hanya terlahir diatas dipan kayu tua di tengah malam saat sang dukun bayi berlari tergesa-gesa dengan mata merah karena menahan kantuk. 
Zulaikha tumbuh dalam segala keterbatasan yang berusaha dihilangkan oleh kedua orang tua dengan bekerja siang dan malam, dia tumbuh menjadi gadis sederhana yang tak menuntut apa-apa dari orang tuanya. tapi bukan berarti dia tak punya keinginan, dengan rapi dia rajut diam-diam segala mimpinya, dia curahkan diatas sajadah coklat lusuh dalam malam-malam panjangnya, dia berkeyakinan bahwa doa-doanya akan berpilin bersama doa ibu dan ayahnya yang juga sedang menengadah dikamar sebelah, mengetuk pintu langit, diwaktu dimana DIA bersabda jika ada hambaNYA yang meminta ampunan maka DIA akan mengampuninya, dan jika ada hambaNYA berdoa maka akan DIA kabulkan. 
Zulaikha tak banyak meminta meski sujudnya sangat panjang, dulu dia sering mendengar tangis pelan ibunya atau ayahnya diatas sajadah mereka, dari situ zulaikaha faham jika sesorang meminta dengan menangis maka yang dimintai akan cepat mengabulkan, tapi semakin dia sering mengikuti ceramah guru mengajinya di surau dekat rumahnya, dia tau jika dosa-dosa yang dilakukannya tiap hari harus ia tangisi, bahwa istighfarnya harus berbobot, bahwa dalam istighfarnya dia harus berjanji, tak akan mengulangi kesalahannya lagi, bahwa kelak semua amalnya akan dimintai pertanggung jawaban, bahwa kelak jika dia menjadi salah satu orang terpilih yang bisa melihatNYA tanpa tabir penghalang apapun, bahwa keindahan seluruh dunia dan isinya ini akan tunduk dihadapan keindahanNYA. semenjak itu tangisnya menjadi lebih sunyi, lebih pelan, dan lebih dalam, seakan dengan menangis dia merasa ada dalam pelukanNYA, dan entah bagaimana caranya, dengan menangis dia merasa jauh lebih ringan.
Dalam keseharian zulaikha jarang berbicara, apalagi membantah, terutama kepada orang tuanya. bahkan saat orang tuanya membatalkan pendaftaran sekolah zulaikha karena uang yang akan digunakan dibutuhkan untuk menutupi kerugian gagal panen, padahal zulaikha telah banyak menaruh harapan pada pendidikannya, dia selalu merasa sedih dengan segala keterbatasan disekitarnya, dia ingin memperbaiki kampungnya, diam-diam zulaikha sering mengunjungi dukun bayi dikampungnya untuk belajar menolong persalinan, juga kepada bu bidan yang rumahnya berjarak 5 km dari rumah zulaikha, dia juga sering pergi ke posko KKN mahasiswa yang kebetulan ditugaskan disana untuk mempelajari ilmu apa saja yang bisa ia manfaatkan untuk kemajuan kampungnya. zulaikha tau, banyak nyawa yang tak bisa diselamatkan, banyak tanah yang tandus tanpa bisa ditanami apapun, banyak anak-anak yang sudah pergi bekerja bersama orang tua mereka disaat seharusnya mereka belajar dengan tenang di ruang kelas, semua itu karena keterbatasan yang ada dikampungnya.
zulaikha adalah seorang gadis yang sederhana tapi dia tak ingin pemikirannya juga sederhana, dia juga gadis yang bersahaja tapi dia tak ingin hanya berdiam diri dan menjadi penonton dari semua keterbatasan sekitarnya, semangatnya untuk menuntut segala ilmu agar menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitarnya meski tidak ia peroleh dari bangku sekolah patut dicontoh, satu hambatan tak akan menghalangi laju larinya, dia tetap seorang gadis yang tak banyak bicara, tapi nyata bekerja, dia tak ingin menjadi orang terhormat ataupun terkaya seperti beberapa orang dikampungnya yang dengan tega menindas orang lain hanya demi menumpuk rupiah atau hanya ingin sekedar mendapat rasa hormat, ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat seperti dalam doa-doanya, sesederhana itu.
ditengah semangatnya yang begitu berkobar menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitarnya, zulaikha tak pernah melupakan dua hal, dia akan selalu menjadi perempuan sunyi dihadapan orang tuanya, mengerjakan apa yang diminta dan tak melakukan semua yang dilarang. itu modalnya untuk mendekatiNYA, bukankah ridho orang tua adalah ridhoNYA juga?, dan menjadi perempuan sunyi diatas sajadahnya, biar kesunyian itu yang mengantar air matanya, air mata yang ia semogakan dapat mengundang ridhoNYA, kesunyian yang menjelaskan semua gemuruh di dada dan fikirannya, zulaikha tau dia tak perlu mengatakan satu katapun dalam sujudnya, hanya getar bibirnya yang berdzikir tanpa suara, biar kesunyian yang menceritakan kepadaNYA...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEREMPUAN SUNYI

Nama yang diberikan orang tuanya adalah nama seorang ratu di jaman Nabiyullah Yusuf AS, Zulaikha, seorang ratu tentunya berkehidupan mewah ...