Selasa, 16 Mei 2017

Cinta manusia (terbatas)

Jika kita mempelajari tentang kehidupan manusia kita tentu tidak akan terpisahkan dari bab kasih sayang, Abraham Maslow sendiri mengatakan jika salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kasih sayang, jika salah satu kebutuhan dasar itu tidak terpenuhi maka keseimbangan hidup tidak akan tercapai. untuk selanjutnya kasih sayang akan kita sebut sebagai Cinta.

Baiklah, kita akan memulai mendefinisikan cinta dari kaca mata penulis yang penuh dengan keterbatasan, tentu pendefinisian cinta yang terbatas hanya pada pemahaman seusia penulis, karena penulis tidak pernah melakukan riset baik kualitatif ataupun kuantitatif maka apapun yang tertulis disini nanti bersifat sangat subyektif. Cinta sendiri adalah hal yang rumit sekaligus sederhana, dua kata yang bertentangan tersebut ada dalam satu makna kata, hal itulah yang membuatnya menjadi unik, seperti juga hidup, cinta dapat didefinisikan berbeda pada setiap orang, tergantung cinta yang bagaimana yang menghampirinya. sakit hati, bahagia, dan rindu merupakan komponen yang menyusun cinta itu sendiri. seperti daging, darah dan tulang yang menyusun komponen tubuh manusia, tentu kalian tidak setuju jika hanya tiga aspek itu yang menyusun komponen tubuh manusia, masih ada otot, syaraf, pembulu darah dan banyak hal lainnya, seperti itu pula cinta banyak hal yang ikut menyokong tumbuh dan berkembangnya cinta itu, karena terlalu banyak dan keterbatasan, penulis tak akan menuliskan semua itu. 

Untuk usia yang hampir seperempat abad yang dimiliki penulis dan kebanyakan remaja dewasa diluar sana pasti telah merasakan berbagai rasa cinta yang datang dan pergi, mungkin tidak hanya merasakannya sendiri tapi melihat atau mendengar berbagai cerita cinta dari teman teman kita, dengan berbekal itu semua seharusnya kita menjadi arif dalam melangkah, menentukan cinta apa yang baik untuk kita, bukan berarti menyalahkan sana sini karena tak sependapat dengan kita, selama semua tidak melawati garis aturan ketimuran dan agama kita, sama sekali bukan hak kita menghakimi mereka, ingat!! menasehati dengan menghakimi adalah dua hal yang sangat berbeda. kembali lagi dengan cinta menurut keterbatasan penulis, cinta bukanlah yang murahan sehingga mudah didapat dan dijajakan semua orang, cinta itu berproses, saling memahami satu sama lain saat proses tersebut, dengan atau tanpa adanya suatu hubungan khusus, entah kenapa sebuah komitmen yang tak didasari sebuah akad yang dihadiri 2 saksi serasa kurang benar, karena itu cinta sendiri juga mempunyai pilihan. 
Untuk remaja dewasa saya yakin 100% semua pernah disapa dengan yang namanya cinta, diakui atau tidak, bahkan mungkin tidak sedikit yang menjalin hubungan khusus yang belum di dasari akad. ada yang bilang kita tak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, (rasa nyaman memang tidak bisa dibohongi) penulis setuju dengan kalimat itu, tapi kita bisa memilih dengan apa kita mencintainya, dengan menunjukkan kepada semua orang, atau menyimpannya sendiri tanpa ada yang tahu kecuali sang pemberi hidup, disitulah letak pilihannya, berkomitmen untuk membuat hubungan tanpa akad atau berkomitmen untuk menjaga hatinya hanya untuk seseorang yang kelak menjadi suaminya. sama-sama komitmen tapi sangat jauh berbeda, membuat hubungan tanpa akad berarti menjaga orang yang kita cintai dari dekat, akan tetapi menjaga hati untuk seseorang berarti menjaga orang tersebut dari jauh, dengan menjaga hati kita akan selalu memohon kepada sang pemberi hidup untuk menjaganya untuk kita, menjaga 'seseorang yang kelak menjadi suami kita' khusus untuk kita. mungkin kelihatan dari luar akan seperti orang yang selalu sendirian dan menyedihkan, tapi ketahuilah itu sangat menyenangkan, seperti bermain tebak-tebakan dengan yang memberi hidup yang berhadiah kebahagiaan. sendiri sampai akad itu bukan hal yang menyedihkan apalagi memalukan, anggap saja saat kita mendoakannya, disuatu tempat disana disaat yang sama dia juga mendoakan kita, seromantis dan sesyahdu itu.
Pernah terlanjur salah dalam berkomitmen, penulis juga pernah melakukannya, tapi bukan berarti sudah tak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki, semua keputusan ada ditangan kita, jalan mana yang akan kita pilih? semua tergantung ke-arif-an pemikiran kita, dan tentunya alasan apa yang mendasari.
Selamat Berkomitmen......


Note: big thanks for someone there who inspire me so much, D-u-t-t-y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEREMPUAN SUNYI

Nama yang diberikan orang tuanya adalah nama seorang ratu di jaman Nabiyullah Yusuf AS, Zulaikha, seorang ratu tentunya berkehidupan mewah ...