Jumat, 08 November 2013



OPINI AN-NISA'
MUSLIMAH EROPA
gimana yach….?
Di belahan bumi ALLAH manapun, pasti ada yang mengagungkan namaNYA, bahkan di benua yang menjunjung tinggi kebebasan dalam segala hal, meski dalam konteks demografi islam di sana hanya dianut oleh sebagian kecil penduduk.
Percaya atau tidak negara yang beribu kota kiblat mode sedunia ternyata adalah Negara yang mempunyai muslim terbesar diantara Negara negara lain di eropa, Negara yang di diami oleh muslim terbanyak kedua adalah inggris, Negara yang beribukota london ini terdapat sekitar 5,5 juta jiwa muslim, jumlah ini terus berkembang seiring meningkatnya angka kelahiran dan migrasi.
Menjalankan agama islam di tengah tengah orang muslim itu hal yang biasa, tapi menjalankan agama di tengah-tengah orang non muslim atau bahkan orang-orang ateis bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi jika sudah menyangkut masalah tradisi atau kebudayaan yang sudah mendarah daging, jika seseorang hidup ditengah suatu komunitas yang mempunyai suatu tradisi sendiri, lalu tiba-tiba dia tidak mau melakukanya, itu sama saja menentang arus, sudah bisa di pastikan ujung-ujungnya adalah pengucilan.
Begitulah keadaan saudari-saudari seiman kita yang berkulit putih, mereka tidak bisa dengan bebas menjalankan agama mereka, beberapa tahun yang lalu islam tidak mendapat tempat di sana, untuk mendapatkan pengakuan saja mereka berjuang dengan keras, apalagi, mereka hanya berupa minoritas, berbagai alasan di ungkapkan untuk mencekal segala perkembangan islam, mereka tidak segan segan mengeluarkan murid murid yang berjilbab ketika di sekolah, memecat karyawan yang berkerudung di kantor, menutup sekolah sekolah yang berbasis islam sampai menyerang masjid msjid dengan bom Molotov.sungguh tragis…
Menjadi muslimah yang kaffah dalam keadaan seperti itu hampir mendekati mustahil tapi mereka tidak pernah berputus asa untuk memperjuangkan hak-hak sama dengan agama mereka, sebagai mana agama lain bisa beribadah sesuka hati mereka, saudari kita sangat menyadari bahwa mereka hanyalah minoritas dari mayoritas non islam Karena itu mereka bersatu, saling membantu, mengumpulkan kekuatan uantuk mendapatkan pengakuan tersebut, mereka yang minoritas muslim dari suatu Negara menjalin kesepakatan dengan minoritas muslim dari beberapa Negara untuk menuntut hak hak mereka, sehingga terbentuklah federasi muslim ynag menyatukan 540 buah organisasi islam, akhirnya pada tanggal 02 november 1992, pemerintah mengeluarkan izin untuk berjilbab bagi muslimah di manapun mereka berada.
Akhwat an-nisa' …, selain semua pemaparan di atas, saudari saudari kita sering menghadapi masalah yang pelik dalam kehidupan mereka sehari hari yaitu bagaimana menjadi muslim yang baik atau menjadi warga Negara yang baik, saudari saudari kita mengalami krisis identitas antara agama dan sosial, apalagi buat mereka yang baru saja masuk islam, tentu mereka harus benar-benar menyesuaikan diri dengan nilai -nilai keagamaan yang berarti harus melepas segala kebiasaan yang di lakukannya, tapi lambat laun dengan tekad yang kuat dan kemantapan dalam hati akhirnya mereka bisa mendamaikan antara agama mereka dan kehidupan sosial mereka.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh cardiff's school of social sciences and center for study of islam, umat islam di eropa adalah umat yang paling taat dan patuh menjalankan agamanya, sekitar 77% dari orang dewasa muslim menjalankan agam mereka secara aktif, dibandingkan 29% Kristen dan 65% agama lain. 
 Dengan kekuatan ukhuwah, mereka saling mendukung dan mendorong satu sama lain, sehingga pada saat, ini muslimah muslimah di barat tidak hanya bisa duduk manis, tapi mereka juga dapat mengambil andil\berpartisipasi dalam mewujudkan Negara yang maju di masa depan, bahkan 99% muslim yang berdomisili di Amerika bergelar doctor, master dan sarjana, 2 dari mereka telah menjadi anggota kongres di AS, tak Cuma itu, ada pula muslim yang menduduki jabatan penting di gedung putih.
Ternyata kekuatan ukhuwah islamiyah  tidak bisa di sepelekan, apalagi di tempat yang dihuni minoritas umat islam, karna persatuan bisa menciptakan kekuatan yang tak terkalahkan, coba bayangkan jika mereka tak bersatu untuk memperoleh hak mereka, mungkin lambat laun islam hanya akan menjadi sebuah nama.
Sebagai muslimah yang tinggal di Negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, merupakan suatu anugrah yang harus kita syukuri, segala fasilitas untuk menunjang peribadatan dapat dengan mudah kita dapatkan, seperti: masjid, sekolah yang berbasis islam, organisasi islam, pengajian, pondok pesantren dll, kita juga bisa dengan mudah mendapatkan pelajaran tentang islam, bisa di katakan lahir dalam keadaan islam, karena orang tua kita, keluarga kita, teman-teman kita, tetangga kita, semuanya orang islam, tapi kenapa masih banyak muslimah yang hanya menulis kata islam dalam KTPnya saja, tidak dalam hatinya, perbuatanya dan bicaranya, tidak hanya itu, masih banyak muslimah yang belum mau berjilbab, padahal saudara kita di barat sana berjuang mati matian agar di perbolehkan untuk berjilbab, nah akhwat……apa kita sebagai muslimah di Negara ini tidak malu dengan semua itu ?
Di negara ini , sebuah ukhuwah itu juga di sepelekan, kita menganggap saudara hanya jika punya pertalian darah dengan kita, padahal sesungguhnya saudara kita adalah siapapun yang seagama dengan kita dengan menafikan kekayaan, derajat, pendidikan dan kedudukan, andai tali silaturrahmi kita kuat, rasa empati kita kuat niscaya tak ada lagi saudara kita yang menggadaikan imannya hanya karena sesuap nasi, semoga kita bisa segera memperbaikinya.
Nah akhwat…. tak setiap yang berhubungan dengan kata kata "barat" itu hal yang tak patut kita contoh, hanya bagaimana cara kita untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk, sekarang kita bisa berpikir, lebih baik mana minoritas yang taat, atau mayoritas yang kurang…?
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEREMPUAN SUNYI

Nama yang diberikan orang tuanya adalah nama seorang ratu di jaman Nabiyullah Yusuf AS, Zulaikha, seorang ratu tentunya berkehidupan mewah ...