OPINI AN-NISA'
MUSLIMAH EROPA
gimana yach….?
Di belahan bumi ALLAH manapun, pasti ada yang mengagungkan namaNYA,
bahkan di benua yang menjunjung tinggi kebebasan dalam segala hal, meski dalam
konteks demografi islam di sana hanya dianut oleh sebagian kecil penduduk.
Percaya atau tidak negara yang beribu kota kiblat mode sedunia
ternyata adalah Negara yang mempunyai muslim terbesar diantara Negara negara
lain di eropa, Negara yang di diami oleh muslim terbanyak kedua adalah inggris,
Negara yang beribukota london ini terdapat sekitar 5,5 juta jiwa muslim,
jumlah ini terus berkembang seiring meningkatnya angka kelahiran dan migrasi.
Menjalankan agama islam di tengah tengah orang muslim itu hal yang
biasa, tapi menjalankan agama di tengah-tengah orang non muslim atau bahkan
orang-orang ateis bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi jika sudah menyangkut
masalah tradisi atau kebudayaan yang sudah mendarah daging, jika seseorang
hidup ditengah suatu komunitas yang mempunyai suatu tradisi sendiri, lalu tiba-tiba
dia tidak mau melakukanya, itu sama saja menentang arus, sudah bisa di pastikan
ujung-ujungnya adalah pengucilan.
Begitulah keadaan saudari-saudari seiman kita yang berkulit putih,
mereka tidak bisa dengan bebas menjalankan agama mereka, beberapa tahun yang
lalu islam tidak mendapat tempat di sana, untuk mendapatkan pengakuan saja
mereka berjuang dengan keras, apalagi, mereka hanya berupa minoritas, berbagai
alasan di ungkapkan untuk mencekal segala perkembangan islam, mereka tidak
segan segan mengeluarkan murid murid yang berjilbab ketika di sekolah, memecat
karyawan yang berkerudung di kantor, menutup sekolah sekolah yang berbasis
islam sampai menyerang masjid msjid dengan bom Molotov.sungguh tragis…
Menjadi muslimah yang kaffah dalam keadaan seperti itu hampir
mendekati mustahil tapi mereka tidak pernah berputus asa untuk memperjuangkan
hak-hak sama dengan agama mereka, sebagai mana agama lain bisa beribadah sesuka
hati mereka, saudari kita sangat menyadari bahwa mereka hanyalah minoritas dari
mayoritas non islam Karena itu mereka bersatu, saling membantu, mengumpulkan
kekuatan uantuk mendapatkan pengakuan tersebut, mereka yang minoritas muslim
dari suatu Negara menjalin kesepakatan dengan minoritas muslim dari beberapa
Negara untuk menuntut hak hak mereka, sehingga terbentuklah federasi muslim
ynag menyatukan 540 buah organisasi islam, akhirnya pada tanggal 02 november
1992, pemerintah mengeluarkan izin untuk berjilbab bagi muslimah di manapun
mereka berada.
Akhwat an-nisa' …, selain semua pemaparan di atas, saudari saudari
kita sering menghadapi masalah yang pelik dalam kehidupan mereka sehari hari
yaitu bagaimana menjadi muslim yang baik atau menjadi warga Negara yang baik,
saudari saudari kita mengalami krisis identitas antara agama dan sosial, apalagi
buat mereka yang baru saja masuk islam, tentu mereka harus benar-benar
menyesuaikan diri dengan nilai -nilai keagamaan yang berarti harus melepas
segala kebiasaan yang di lakukannya, tapi lambat laun dengan tekad yang kuat
dan kemantapan dalam hati akhirnya mereka bisa mendamaikan antara agama mereka
dan kehidupan sosial mereka.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh cardiff's school
of social sciences and center for study of islam, umat islam di eropa
adalah umat yang paling taat dan patuh menjalankan agamanya, sekitar 77% dari
orang dewasa muslim menjalankan agam mereka secara aktif, dibandingkan 29%
Kristen dan 65% agama lain.
Dengan kekuatan ukhuwah,
mereka saling mendukung dan mendorong satu sama lain, sehingga pada saat, ini
muslimah muslimah di barat tidak hanya bisa duduk manis, tapi mereka juga dapat
mengambil andil\berpartisipasi dalam mewujudkan Negara yang maju di masa depan,
bahkan 99% muslim yang berdomisili di Amerika bergelar doctor, master dan
sarjana, 2 dari mereka telah menjadi anggota kongres di AS, tak Cuma itu, ada
pula muslim yang menduduki jabatan penting di gedung putih.
Ternyata kekuatan ukhuwah islamiyah tidak bisa di sepelekan, apalagi di tempat
yang dihuni minoritas umat islam, karna persatuan bisa menciptakan kekuatan
yang tak terkalahkan, coba bayangkan jika mereka tak bersatu untuk memperoleh
hak mereka, mungkin lambat laun islam hanya akan menjadi sebuah nama.
Sebagai muslimah yang tinggal di Negara yang mayoritas penduduknya
beragama islam, merupakan suatu anugrah yang harus kita syukuri, segala
fasilitas untuk menunjang peribadatan dapat dengan mudah kita dapatkan,
seperti: masjid, sekolah yang berbasis islam, organisasi islam, pengajian,
pondok pesantren dll, kita juga bisa dengan mudah mendapatkan pelajaran tentang
islam, bisa di katakan lahir dalam keadaan islam, karena orang tua kita,
keluarga kita, teman-teman kita, tetangga kita, semuanya orang islam, tapi
kenapa masih banyak muslimah yang hanya menulis kata islam dalam KTPnya saja,
tidak dalam hatinya, perbuatanya dan bicaranya, tidak hanya itu, masih banyak
muslimah yang belum mau berjilbab, padahal saudara kita di barat sana berjuang
mati matian agar di perbolehkan untuk berjilbab, nah akhwat……apa kita sebagai
muslimah di Negara ini tidak malu dengan semua itu ?
Di negara ini , sebuah ukhuwah itu juga di sepelekan, kita
menganggap saudara hanya jika punya pertalian darah dengan kita, padahal
sesungguhnya saudara kita adalah siapapun yang seagama dengan kita dengan
menafikan kekayaan, derajat, pendidikan dan kedudukan, andai tali silaturrahmi
kita kuat, rasa empati kita kuat niscaya tak ada lagi saudara kita yang
menggadaikan imannya hanya karena sesuap nasi, semoga kita bisa segera
memperbaikinya.
Nah akhwat…. tak setiap yang berhubungan dengan kata kata "barat"
itu hal yang tak patut kita contoh, hanya bagaimana cara kita untuk memilih
mana yang baik dan mana yang buruk, sekarang kita bisa berpikir, lebih baik
mana minoritas yang taat, atau mayoritas yang kurang…?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar